Sabtu, 11 Juni 2016

LIRIK LAGU Yalın - King for One Day dan Terjemahannya (ost. Iklan Cornetto Royal Love Match-A)

I met you when my head was in the air
Said your skin could take me anywhere
And you said
Wohoa..
We're too young for going home
Tried my best to share my point of view
Never told you how I needed you
I'll risk it all to see you glow
And you know we're going up and down
Ain't nothing gonna stop me now
Ain't nothing gonna hold me back from you
Wohoa..
I'll make, break, all the rules today
Wohoa..
Cause we're gonna be king for one day
Wohoa..
Oh, good things are coming our way
Wohoa..
Cause we're gonna be king for one day
One day, one day
One day, one day, one day
I know you will find me in the crowd
Like the sun is hiding just aside the clouds
And I can see
You're all that I want to believe
And it feels like we're a little lost
But we won't turn around
And it feels like we're the only ones
I won't let my feet hit the ground, the ground
You've got me now
And you know we're going up and down
And you know we're going up and down
Ain't nothing gonna hold me back from you
Wohoa..
I'll make, break, all the rules today
Wohoa..
Cause we're gonna be king for one day
Wohoa..
Oh, good things are coming our way
Wohoa..
Cause we're gonna be king for one day
One day, one day
One day, one day, one day
One day, one day, one day
Wohoa..

Terjemahannya:

Aku bertemu denganmu ketika kepalaku berada di udara
Kulitmu berkata bisa mengambilku di mana saja
Dan kau mengatakan
Wohoa..
Kita terlalu muda untuk pergi ke rumah
Mencoba terbaik untuk berbagi sudut pandangku
Tidak pernah mengatakan padamu bagaimana aku membutuhkanmu
Aku akan mengambil risiko itu semua untuk melihat cahayamu
Dan kau tahu kita akan naik dan turun
Tidak ada yang akan menghentikanku sekarang
Tidak ada yang menahanku kembali darimu
Wohoa..
Aku akan membuat, melanggar semua aturan hari ini
Wohoa..
Karena kita akan menjadi raja untuk satu hari
Wohoa..
Oh, baik hal-hal yang datang dengan cara kita
Wohoa..
Karena kita akan menjadi raja untuk satu hari
Satu hari, satu hari
Satu hari, satu hari, satu hari
Aku tahu kau akan menemukanku di kerumunan
Seperti matahari bersembunyi hanya di balik awan
Dan aku bisa melihat
Kaulah yang ingin kupercaya
Dan rasanya seperti kita sedikit tersesat
Tapi kita tidak akan berbalik
Dan rasanya seperti kita akan selalu bersama
Aku tidak akan membiarkan kakiku memukul tanah, tanah
Kau punya aku sekarang
Dan kau tahu kita akan naik dan turun
Dan kau tahu kita akan naik dan turun
Tidak ada yang menahanku kembali darimu
Wohoa..
Aku akan membuat, melanggar semua aturan hari ini
Wohoa..
Karena kita akan menjadi raja untuk satu hari
Wohoa..
Oh, baik hal-hal yang datang dengan cara kita
Wohoa..
Karena kita akan menjadi raja untuk satu hari
Satu hari, satu hari
Satu hari, satu hari, satu hari
Satu hari, satu hari, satu hari
Wohoa..

Kamis, 09 Juni 2016

Pelantikan Bantara

Kamis lalu, tepatnya tanggal 2 Juni 2016, gue ikut pelantikan Bantara. Oke, jujur aja, gue agak ragu buat ikut kegiatan itu karena gue bukan anak pramuka. Tapi karena penasaran, gue ngikut aja.

Kegiatan ini seharusnya dimulai pukul dua siang. Namun karena kegiatan classmeeting sekolah pulang jam dua, kegiatan ini pun diundur sampai jam tiga. Disinilah awal penyiksaannya, jam dua gue pulang naik angkot. Bayangin butuh waktu berapa? Setengah jam lebih! Arrgh.. belum lagi nyiapin persiapan di rumah, 50 menit habis sia-sia.

Berangkat ke sekolah gue dianterin sama si abang—inipun dengan paksaan. Dengan waktu 10 menit, dipastikan kita harus ngebut. Sesampainya di sekolah, gue langsung cari temen-temen. Dan ternyata mereka ngumpul di lantai satu. Gue disaranin langsung sholat Asar cepet, karena bentar lagi mau kumpul. Jujur saja, awalnya gue menyepelekan saran mereka. Tapi pas gue mau sholat, ternyata udah ada perintah buat kumpul. Gue terkejut, takut, sekaligus panik. Untung banget, gue ditemenin si Ulya—temen sekelas gue yang juga ikut. Terpaksa, sholat gue kali ini macem kilat.

Selepas sholat, gue langsung meluncur ke arah barisan. Eits, ternyata gue sangat-sangat terlambat. Sebelum masuk barisan, gue sama si Ulya harus ngadep ke pemimpin barisan—yaitu kakak kelas gue. Karena kami bukan anak pramuka, setiap langkah kami jadi berantakan. Benar-benar memalukan. Dihadapannya, kami ditanya perihal keterlambatan kami. Disinilah gue ngerasa bakalan ada firasat buruk. Setelah itu, kami disuruh masuk ke dalam barisan. Sekali lagi karena kami bukan anak pramuka, kami masuk barisan tanpa aturan. Memalukan.

Di barisan gue banyak melakukan kesalahan. Seperti misalnya harus ngomong “keep on scouting!” tiap selesai tepuk pramuka, gue malah ngomong “keep our sporting!”. Syukur, suara gue lirih. Atau misalnya salam pramuka harus dibalas dengan gerakan hormat, tangan gue malah mengepal.

Benar-benar memalukan.

Setelah satu jam baris-berbaris. Kami disuruh ke Menara Kudus untuk berziarah. Lebih tepatnya ke makam Sunan Kudus. Dan gak tanggung-tanggung, kami kesana harus berlari dengan perut kosong—atau itu hanya gue. Ini bukan main-main, jarak sekolah gue ke Menara Kudus itu 500 mater jauhnya! Beruntung waktu itu ada Dandangan di Kudus. Dandangan adalah sejenis pasar dadakan yang ada di Kudus setiap menjelang bulan Ramadhan. Dan adanya Dandangan ini akan menambah kemacetan di kota Kudus yang otomatis bisa memperlambat lari gue. Ini pertama kalinya gue syukur akan adanya kemacetan.

Menjelang Maghrib, kami sudah sampai di sekolah. Kegiatan diisi dengan lomba LCT—yaitu semacam lomba rangking satu. Sekali lagi karena gue bukan anak pramuka, di pertanyaan soal nomor empat gue langsung gugur.

Malam akhirnya tiba, kegiatan pertama selepas sholat Maghrib adalah Tahlil-an. Maklum, karena saat itu malem Jum’at. Kemudian kita langsung makan. Makannya pake lauk tahu, tempe, telur, dan ditampah kuluban. Hmm, lumayan. Satu kelompok yang beranggota tujuh orang mendapat bagian satu nampan. Sayangnya, waktu makan dibatasi, jadi nggak ada cara makan yang sopan ala putri bangsawan. Walaupun tampak sangat mengenaskan, disinilah letak bahagianya menurut gue, yaitu terciptanya sikap kekeluargaan diantara anggota.

Merasa kenyang, akhirnya diadakan lomba PBB. Sekali lagi, karena gue bukan anak pramuka, gue gak ikut lomba tersebut. Saat mengikuti lomba tersebut, temen sekelas gue yang biasanya agak konyol jadi lebih keren.

Selesai lomba PBB, akhirnya masuk ke acara yang paling gue tunggu-tunggu. Yaitu adalah acara api unggun. Kami berbaris melingkar. Sebelum acara bener-bener dimulai, harus ada persiapan. Mungkin satu jam persiapannya, dan itu sangat melelahkan karena posisi kami sedang berdiri. Setelah persiapan yang cukup matang, akhirnya api unggun dinyalakan. Tapi bukannya tampak menyenangkan, suasana malah terkesan horor dan mencekam. Entah karena saat itu malam Jum’at, semua lampu dimatikan, atau mungkin hampir jam sembilan. Apalagi di lantai tiga sekolah gue yang katanya ada makhluk halusnya. Benar-benar mengerikan. Kakak kelas gue juga selalu bilang untuk tidak kosong. Maksudnya sadar dan baca banyak-banyak dzikir.

Setelah beberapa menit, akhirnya semua lampu di sekolah gue dinyalakan—kecuali lantai tiga yang gak kepakai. Oh, ternyata mau diisi dengan acara Pensi. Dan kali ini gue ikut lomba tersebut. Di sini gue berperan sebagai Tukiyem, yaitu IRT yang hobinya mengeluh sekaligus marah-marah. Bener-bener gak cocok sama gue yang nggak banyak omong ini.

Selesai Pensi, kami disuruh (baca:dipaksa) untuk tidur. Dan sebelum tidur, kami harus melepas sepatu dan kaos kaki di lapangan—entah untuk apa. Kamu tau dimana kira-kira kami bakalan tidur.

Di kelas lantai tiga?

Bukan! Kami tidur di luar gedung. Tepatnya parkiran sekolah gue yang super gelap. Sebagai adik kelas yang baik, gue mencoba menerima perlakuan ini dengan sangat tabah. Benar-benar sangat tabah. Hembusan angin malam yang dingin pun gue hiraukan. Sorotan senter sialan kakak kelas ke setiap anggota yang belum tidur juga gue hiraukan. Desakan temen yang tidur di samping gue juga gue hiraukan. Suara dengkuran berisik di sekeliling gue juga gue hiraukan. Benar-benar menyedihkan.

Entah jam satu atau dua, kakak kelas gue teriak-teriak untuk berkumpul. Untungnya gue yang memang gak bisa tidur langsung bangun dan lari ke lapangan. Sayangnya masih ada yang terlambat, terpaksa kami harus di hukum dengan push up. Selesai menerima hukuman, kami harus memakai sepatu yang di tumpuk mendadi dua kelompok. Dengan pencahayaan yang super parah, gue bener-bener gak tau rupa sepatu gue. Terpaksa gue harus nyomot sepasang sepatu yang kekecilan di kaki gue. Dan itu ini lebih beruntung dari pada temen gue yang dapet sepatu beda pasangannya.

Tengah malam seperti ini, kamu pasti tau dong kegiatan apa yang bakal diadakan. Yap, renungan malam. Seperti biasa, kami, anggota baru, bakal dibuat nangis-nangis sesegukan. Dan gue tidak terlalu menyukai ini.

Selesai bermewek-mewek ria, acara diganti dengan pelantikan Bantara. Yang pokoknya begitulah, gue lupa.

Paginya, dengan muka kumal belum mandi dan serangan kantuk yang begitu dahsyat, kami menjalankan senam. Tidak seperti senam yang biasanya penuh kegembiraan, ini penuh dengan kesuraman. Gue perhatikan muka temen-temen gue. Ada yang kantong matanya semakin menghitam. Ada yang gerakannya males-malesan. Ada yang kebiasaannya menguap terus-terusan. Dan ada juga yang sepatunya masih beda pasangan. Kasihan.

Satu atau dua jam akhirnya acara senam berhenti. Dinganti dengan perlombaan Hasta Karya dan lomba Melukis Tong Sampah. Hasta karya dari kelas gue diisi sama si Ulya. Sedangkan lomba melukis tong sampah gue yang ngisi. Sebenarnya ini alasan utama gue ikut Bantara. Yaitu karen gue hobi gambar gak jelas di buku gue. Di lomba ini, gue dipasangin sama si Aim. Walaupun persiapan dan bahan terbatas, gue bersyukur bisa klop sama si Aim ini.

Selesai bercoret-corat ria, akhirnya masuk di acara yang nggak ditunggu-tunggu—menurut gue. Yaitu hiking. Untuk manusia yang perutnya hobi cenat-cenut (baca: suduk'en) kayak gue, acara ini yang paling menyiksa. Gue nggak tau pasti berapa jarak yang kami tempuh. Di acara hiking ini, kami tiap kelompok hanya di berikan sebuah bekal yang berupa minuman mineral dua liter. Bayangkan dua liter untuk tujuh orang! Ini yang paling mengerikan.

Hiking ditutup dengan sebuah permainan sialan. Yaitu sebuah permainan yang ada semacam terowongannya dan kami harus ngesot di bawahnya. Hebat benar memang! Pakaian kinclong gue berubah jadi kayak pakaian bocah di iklan Rinso. Gue balik ke sekolahan diikuti dengan tatapan heran orang-orang.

Ternyata kelompok gue, yaitu kelompok Anjani tiba di sekolah di urutan nomor dua setelah kelompok Sriwedari. Waktu luang untuk nunggu kelompok lain digunakan untuk minum. Sekali lagi, minum dibatasi hanya 1,5 liter setiap kelompok.

Semua kelompok sudah berkumpul, dan inilah acara yang paling di tunggu-tunggu selain api unggun. Apa lagi kalau bukan pengumuman juara. Sebenarnya gue agak lupa dengan para juaranya. Yang masih gue inget cuma dari kelas gue yaitu Sepuluh Lima. Sepuluh Lima mendapat juara hanya pada tiga perlombaan, yaitu lomba Pensi sebagai juara III, lomba Melukis Tong Sampah sebagai juara II, dan terakhir lomba LCT sebagai juara III. Sedangkan kelompok gue, yaitu kelompok Anjani mendapat sebuah penghargaan sebagai Kelompok Ter-alay. Entahlah, gue bingung bisa kok bisa-bisanya dapet penghargaan itu.

Sampai disini kegiatan palantikan Bantara di sekolah gue. Walaupun penuh dengan ketegangan, gue besyukur bisa ikut kegiatan ini. Karena gue bisa lebih mengenal dan lebih deket sama anak pramuka di sekolah gue. Sampai jumpa di postingan lainnya! :)

Jumat, 29 April 2016

Bukan Pahlawan Biasa

Sudah setengah tahun ini gue ikut ekstrakulikuler PMR. Walaupun baru kali ini gue ikut, dan jarang banget gue hadir di pertemuannya, tapi gue tetaplah anggota PMR. Dan ya… semoga seterusnya tidak seperti itu.

Siang itu, waktu gue menikmati jam istirahat pertama, seorang kakak kelas berkunjung di kelas gue. Gue kira cuma mau ketemu sama mbak Elly, ketua kelas di kelas gue. Gue hiraukan, karena itu sudah biasa.

Ternyata dugaan gue salah, salah besar malah! si mbak imut itu ternyata punya maksud dan tujuan lain, yaitu… nagih uang buat kosteam PMR.

Uh-oh! Detik itu juga gue langsung kaget. Kaget karena gue gak bawa uang. Kaget karena semua makhluk di kelas tiba-tiba ngaku gak punya duit. Dan kaget ketika gue inget tadi lihat mereka-mereka yang ngaku gak punya duit makan bakso di kantin. Nah loh! Berarti mereka bayar pake apa dong? Ah, entahlah, hanya Sang Maha Kuasa yang tahu.

Keadaan makin genting ketika sebagian anggota PMR di kelas gue udah pada bayar. Oh, no! Ini giliran gue. Karena tahun ini kakak kelas gue gak ada lagi yang cowok, otomatis senyum menawan gue gak bakal mempan. Jadi, untuk menghadapi kakak kelas di sekolah khusus cewek, hanya muka memelas dan kata-kata manis yang menyiratkan masalah utama gue yang gue andalin.

Jantung gue udah kaya es degan waktu si mbak anggota PMR itu ngabsen list yang tertera nama-nama para pengutang, eh, bukan, maksudnya pemesan. Pasti cuma nama gue yang gak dicentang.

"Shinta sama Mufi mana?" Tanyanya. Gue bengong antara seneng ada yang nemenin sama heran sama si Mufi. Lah gimana tidak, dia kan yang jadi tukang ngoder di kelas, kok malah belum bayar? Ah, entahlah, sekali lagi hanya Yang Maha Kuasa yang tahu.

Seketika itu juga si unyu Mufi menghampiri kakak kelas tadi. Dirayunya si mbak perihal kesalahannya, yaitu gak bawa duit. Dan ya… si mbak luluh, gak jadi nagih, dan gue bebas. Mufi pahlawan unyu ku.

Mungkin jika hari ini gak ada si Mufi, si anggota yang paling akrab sama kakak kelas. Gue bakal disate sama si mbak kelas. Atau mungkin malah diancam gak bakal di kasih kaos? Ah, entahlah, sekali lagi, hanya Yang Maha Kuasa yang tahu.

Kamis, 05 Februari 2015

LIRIK LAGU Rivermaya - Balisong dan Terjemahannya

Your face
Lights up the sky on the highway
Someday
You share your world with me
Someday

You mesmerize me with diamond eyes
I try to fool myself to think i'll be alright
But i am losing all control, my mind, my heart, my body and my soul.

Never in my life have i been more sure
So come on up to me and close the door
Nobody's made me feel this way before
You're everything i wanted and more

To speak or not to, where to begin
A great dilemma I'm finding myself in
For all i know you only see me as a friend
I try to tell myself wake up fool
This fairy tale's got to end

Never in my life have a been more sure
So come on up to me and close the door
Nobody's made me feel this way before
You're everything i wanted...

Never in my life have i been more sure
So come on up to me and close the door
Nobody's made me feel this way before
You're everything i wanted and more

you're everything i wanted.


Terjemahannya:

Wajahmu
Lampu di langit di jalan raya
Suatu hari nanti
Kamu berbagi duniamu denganku
Suatu hari nanti

Kau mempesonaku dengan mata berlian
Aku mencoba untuk membodohi diri untuk berpikir aku baik-baik saja
Tetapi aku kehilangan semua kontrol, pikiranku, hatiku, tubuhku dan jiwaku

Tidak pernah dalam hidupku bahwa aku lebih yakin
Jadi datanglah padaku dan keluarlah dari pintu
Tidak ada yang membuatku merasa seperti ini sebelumnya
Kau segala sesuatu yang kuinginkan dan banyak lagi

Untuk berbicara atau tidak, dimana untuk memulai
Aku menemukan diriku di dalam sebuah dilema besar
Untuk semua yang kutahu kamu hanya melihatku sebagai seorang teman
Aku mencoba memberi tahu diriku untuk bangun bodoh
Dongeng ini harus diakhiri

Tidak pernah dalam hidupku bahwa aku lebih yakin
Jadi datanglah padaku dan keluarlah dari pintu
Tidak ada yang membuatku merasa seperti ini sebelumnya
Kau segala sesuatu yang kuinginkan..

Tidak pernah dalam hidupku bahwa aku lebih yakin
Jadi datanglah padaku dan keluarlah dari pintu
Tidak ada yang membuatku merasa seperti ini sebelumnya
Kau segala sesuatu yang kuinginkan dan banyak lagi

Kau segala sesuatu yang kuinginkan.

Jumat, 16 Januari 2015

LIRIK LAGU Rivermaya - You'll be safe here dan terjemahannya

Nobody knows
Just why we're here
Could it be fate
Or random circumstance
At the right place
At the right time
Two roads intertwine
And if the universe conspired
To meld our lives
To make us
Fuel and fire
Then know
Where ever you will be
So too shall I be
Chorus:
Close your eyes
Dry your tears
'Coz when nothing seems clear
You'll be safe here
From the sheer weight
Of your doubts and fears
Weary heart
You'll be safe here
Remember how we laughed
Until we cried
At the most stupid things
Like we were so high
But love was all that we were on
We belong
And though the world would
Never understand
This unlikely union
And why it still stands
Someday we will be set free.
Pray and believe
Chorus:
When the light disappears
And when this world's insincere
You'll be safe here
When nobody hears you scream
I'll scream with you
You'll be safe here
Save your eyes
From your tears
When everything's unclear
You'll be safe here
From the sheer weight
Of your doubts and fears
Wounded heart
When the light disappears
And when this world's insincere
You'll be safe here
When nobody hears you scream
I'll scream with you
You'll be safe here
In my arms
Through the long cold night
Sleep tight
You'll be safe here
When no one understands
I'll believe
You'll be safe,
You'll be safe
You'll be safe here
Put your heart in my hands
You'll be safe here

Terjemahannya:

Tidak ada yang tahu
Hanya mengapa kita disini
Mungkinkah nasib
Atau keadaan acak
Di tempat yang tepat
Pada waktu yang tepat
Dua jalan jalin
Dan jika alam semesta bersekongkol
Untuk menyatukan kehidupan kita
Untuk membuat kita
Bahan bakar dan api
Maka ketahuilah
Di mana pun Anda akan
Demikian juga yang harus saya akan
Chorus:
Tutup mata Anda
Keringkan air matamu
Karena ketika tidak tampak jelas
Anda akan aman di sini
Dari beratnya
Dari keraguan dan ketakutan
Hati Weary
Anda akan aman di sini
Ingat bagaimana kita tertawa
Sampai kita menangis
Pada hal yang paling bodoh
Seperti kami begitu tinggi
Tapi cinta adalah semua yang kita berada di
Kami milik
Dan meskipun dunia akan
Pernah mengerti
Ini mungkin serikat
Dan mengapa itu masih berdiri
Suatu hari kita akan dibebaskan.
Berdoa dan percaya
Chorus:
Ketika cahaya menghilang
Dan ketika tulus ini dunia
Anda akan aman di sini
Bila tidak ada yang mendengar Anda berteriak
Aku akan berteriak dengan Anda
Anda akan aman di sini
Simpan mata Anda
Dari air matamu
Ketika semuanya tidak jelas
Anda akan aman di sini
Dari beratnya
Dari keraguan dan ketakutan
Hati terluka
Ketika cahaya menghilang
Dan ketika tulus ini dunia
Anda akan aman di sini
Bila tidak ada yang mendengar Anda berteriak
Aku akan berteriak dengan Anda
Anda akan aman di sini
Dalam pelukanku
Melalui malam dingin yang panjang
Tidur yang nyenyak
Anda akan aman di sini
Ketika tidak ada yang mengerti
Saya akan percaya
Anda akan aman,
Anda akan aman
Anda akan aman di sini
Menaruh hati Anda di tangan saya
Anda akan aman di sini


Kamis, 15 Januari 2015

About Me

Ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Menurut gue pepatah ini ada benernya juga, kecuali kalo kamu emang udah sayang sama seseorang pas pandangan pertama eh tapi belum kenalan. Kasihan. Mmm, daripada bahas yang ruwet-ruwet. Kali ini gue mau ngenalin diri gue, walaupun gue nggak yakin ada yang baca postingan ini. Oke, dimulai dari yang paling dasar yo!

Nama lengkap gue Shinta Nuriyah. Dan gue biasa dipanggil Shinta, atau kadang-kadang juga dipanggil Nuri. Terserah. Ngerasa aneh nggak sama nama lengkap gue? Coba deh googling!



Itu adalah foto gue dan temen-temen gue. Please, jangan muntah dulu! Dalam jepretan foto tersebut, gue adalah seseorang bidadari yang paling pojok kanan dengan tangan membentuk angka lima romawi atau V, dan juga yang paling unyu. Oke, silahkan muntah dulu!

Alasan gue buat blog ini adalah karena adanya tugas TIK. Yah, walaupun sebenarnya bukan blog ini sih yang gue kumpulin. Tapi setelah gue pikir-pikir dengan matang, blog ini bakalan gue alih fungsikan aja menjadi sebuah tempat dimana gue bisa mengekspresikan diri sekaligus catatan momen penting gak penting gue.

Terakhir, hobi gue adalah membaca dan menggambar. Gue hobi banget baca novel-novel terjemahan barat dan buku-buku perpustakaan yang terlantar. Kalau hobi gue yang menggambar cuma berawal dari keisengan corat-coret buku tulis.

Oke, sekian dari artikel yang kurang penting banget ini. Semoga harimu menyenangkan! :)